Penyu: terlalu lucu untuk dipelihara
Penyu/Sea Turtles merupakan hewan reptil purba yang satu ordo dengan kura-kura . Hal paling dasar yang membedakan keduanya adalah bentuk alat geraknya serta cangkangnya. Kaki penyu berbentuk seperti pendayung yang membuatnya dapat berenang dan menjelajahi lautan dan penyu tidak bisa memasukkan badannya ke dalam cangkang seperti kura-kura. Walau tinggal di laut, penyu bernafas dengan paru-paru. Paru-paru penyu lebih efisien dari paru-paru manusia sehingga dapat berenang tanpa mengambil nafas lebih lama dari manusia.
Kebanyakan waktu hidup penyu dihabiskan di lautan. Hanya penyu betina saja yang sesekali (2-4 tahun) mampir ke pantai untuk membuat sarang dan bertelur. Ada sekitar 6 spesies penyu yang tercatat pernah ditemukan di perairan Indonesia. Spesies penyu tersebut yaitu Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus), Penyu tempayan (Caretta caretta), dan yang paling banyak adalah spesies penyu hijau (Chelonia mydas). Sementara itu hanya Penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi), spesies penyu terkecil, yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia. Karena mampir di pantai Indonesia, beberapa penduduk sekitar menangkap bayi penyu (tukik) yang lucu untuk kemudian diperjualbelikan.
Jual Beli Penyu Sebagai Peliharaan
Walau penyu merupakan hewan yang dilindungi karena status terancam kepunahannya, di beberapa tempat di Indonesia penyu dijual sebagai hewan peliharaan seperti ikan hias lainnya. Dengan modal beberapa puluh ribu rupiah kita bisa membeli tukik yang berukuran sekitar 5-8 cm. Para penjualnya mungkin memberikan beberapa informasi menyesatkan yang membuat seolah-olah merawat penyu itu mudah untuk menarik pembeli, seperti…
- “penyu air tawar nih, tidak usah pake air laut” –> salah! semua penyu hidup di laut, kura-kura yang hidup di air tawar (di Indonesia) dikenal dengan nama labi-labi atau bulus. Struktur cangkang labi-labi lebih lunak dan kaki pendayungnya terlihat lebih pendek daripada penyu.
- “penyunya dapat dari peternakan” –> mungkinkah? saat ini penyu merupakan hewan yang secara internasional dilindungi, jadi peternakan penyu adalah hal yang omong kosong dan kalaupun ada merupakan tempat yang ilegal. Yang ada bukan peternakan tapi penangkaran penyu yaitu tempat penetasan telur penyu untuk kemudian dilepas kembali ke laut. Dari ratusan telur penyu, hanya belasan yang kembali ke laut dan tumbuh dewasa. Beberapa ancaman bagi telur dan bayi penyu yaitu predator, perburuan oleh manusia, serta perbuatan manusia lainnya yang tidak peduli lingkungan. Amat disayangkan bila kita egois memaksakan untuk memelihara penyu dengan tujuan kesenangan padahal mereka bisa berkembangbiak dan lebih lestari di habitat aslinya.
Jadi… Jangan tertipu lagi oleh promosi penjual penyu.
Jangan jual beli penyu sebagai binatang peliharaan apalagi sebagai bahan makanan atau kerajinan. Jika menemukan penyu hidup yang dijual, boleh saja dibeli tapi niatkan untuk dikembalikan ke laut. Kalau memang sayang terhadap tukik yang lucu itu, biarlah mereka kembali ke habitat asalnya.
sebagai referensi tambahan berikut beberapa daftar stasiun penetasan dan tempat konservasi penyu di Indonesia:
- Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh KSPL Chelonia UNAS)
- pantai selatan Bali (di dekat Kuta)
- Kalimantan Tengah (Sungai Cabang FNPF)
- pantai selatan Lombok
- Jawa Timur (Alas Purwo)
- Bengkulu (Retak ilir Muko-muko)
- Pulau Cangke Kabupaten Pangkep Prov. Sulawesi selatan
- Pulau Jemur Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
- Pulau Sangalaki, Mataha, Bilangbilangan Prov. Kalimantan Timur (proyek Turtle Foundation)
Referensi dan sumber lebih detail:
[1]Wiki Sea Turtle [2]Wiki Penyu [3]Panduan Pengamatan Penyu [4]National Geographic [5]conservation manual alabama [6]Wiki Kura-kura [7] sumber gambar merupakan alamat link pada klik gambar



